Tampilkan postingan dengan label Energy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Energy. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Juni 2010

Pemkab Rote dan Sabu Perlu Antisipasi Kelangkaan BBM

RABU, 9 JUNI 2010


KUPANG, Pos Kupang.Com---Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rote Ndao dan  Sabu Raijua perlu memberikan perhatian serius dan mengantisipasi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) masyarakat di kabupaten ini saat musim timur. Pada musim ini kondisi gelombang laut kurang bersahabat sehingga  KM Ti'mau sulit melakukan distribusi BBM kepada masyarakat di dua pulau ini.

Penegasan ini disampaikan Direktur PD Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kupang, Drs. Mech Saba, M.Si, saat ditemui di Kupang, Senin (7/6/2010). 

Mech mengatakan, mulai bulan Juni hingga tiga atau empat bulan ke depan, biasanya angin timur akan bertiup sangat kencang. Kondisi ini membuat  pendropingan atau pendistribusian BBM untuk masyarakat  pulau di Kabupaten Rote Ndao dan Sabu Raijua sering terhambat. 

"Kita sebagai operator kapal bunker penyalur BBM harus mendengar petunjuk Badan Meteorogi dan Geofisika/BMG. Jika ada larangan kapal tidak berlayar, maka operator kapal wajib mematuhi larangan ini demi keselamatan dalam pelayaran," tegasnya.

Mech mengaku KM Ti'mau baru selesai melakukan pendropingan BBM ke Pulau Rote sebanyak 120 ton pada tanggal 31 Mei 2010 lalu untuk tiga jenis BBM, yakni minyak tanah, solar dan bensin. Dan saat sedang dilakukan bunker  tiga jenis BBM 150 ton untuk kebutuhan masyarakat di Kabupaten Sabu Raijua. "Hari ini selesai bunker. Kalau  tidak ada larangan  berlayar, maka kapal akan berlayar ke Pulau Sabu untuk distribusi minyak kepada masyarakat di pulau itu," tegasnya.

Mech yang juga Ketua Umum Kadinda NTT ini mengaku dengan terbentuknya Sabu Raijua menjadi kabupaten otonom, maka kebutuhan BBM masyarakat di pulau ini akan terus meningkat. Apalagi pembangunan di Sabu-Raijua saat ini sedang bergeliat sehingga kebutuhan BBM pun pasti meningkat.

"Kita berharap pemerintah daerah setempat bisa membangun bunker BBM yang bisa menampung hingga ratusan ton BBM agar pada musim tertentu ketika kapal dilarang berlayar tapi stok BBM masyarakat di pulau ini masih mencukupi hingga beberapa minggu ke depan sampai kapal kembali memasok BBM ke pulau itu," tegasnya. 

Dia mengaku di Pulau Rote ada penampungan BBM  jenis solar hingga 100 ton lebih. Namun bunker itu milik PT PLN Rote Ndao yang dipakai untuk kebutuhan internal bagi operasional mesin  pembangkit listrik PLN di wilayah kabupaten itu. (fen)

Minyak Tanah di Atambua Rp 6.000/Liter

SABTU, 26 JUNI 2010


ATAMBUA, Pos Kupang.Com -- Harga minyak tanah di tingkat pengecer di Atambua, ibukota Kabupaten Belu, naik tajam menjadi Rp 6.000/liter. Kenaikan ini mencapai 100 persen dari HET (harga eceran tertinggi) yang ditetapkan pemerintah yaitu Rp 3.000/liter.

Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Setda Belu, Alfons Manek yang dikonfirmasi di Atambua,  Jumat (25/6/2010), membenarkan melambungnya harga minyak tanah di tingkat pengecer itu.

Alfons mengatakan, selama beberapa pekan ini dia banyak menerima keluhan dari masyarakat tentang kenaikan harga minyak tanah tersebut. 

"Saya mendapatkan laporan dari warga seperti itu. Harga minyak tanah melambung. Saya belum tahu penyebabnya, apakah karena terjadi penimbunan ataukah masalah cuaca. Memang soal harga minyak tanah ini simpang siur, ada yang bilang Rp 6.000/liter, tapi ada yang bilang Rp 5.000/liter. Tapi ini semua sudah melanggar aturan. Kita sudah turunkan tim untuk pantau ke semua pangkalan dan agen," kata Manek.

Tentang kemungkinan dilakukan penimbunan untuk dijual ke perbatasan Timor Leste, Manek belum mau memastikan. Pasalnya, untuk membuktikannya pelaku harus tertangkap tangan. 

Meski begitu, katanya, pemerintah akan berupaya mencaritahu penyebab kenaikan harga yang dikeluhkan masyarakat tersebut.

Ditanya tentang kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dalam beberapa hari ini, Alfons mengaku sudah menanyakan kepada pemilik stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan dijawab tidak ada kelangkaan. Kendala yang terjadi hanya karena keterlambatan pasokan mobil tangki ke SPBU.

"Saat ini bensin normal. Memang angin dan gelombang belakangan ini jadi salah satu penyebab terlambatnya pasokan BBM. Tapi semuanya sudah normal dan tidak ada antrean," tandasnya. (yon)